“crmn” Sebuah Pengantar Bagaimana Membacanya

Bagaimana caramu membaca dan mengucapkan “crmn”?

“For sale: baby shoes, never worn.”

Ini bukanlah judul ataupun kutipan dialog dari sebuah karya tulis. Enam kata itu adalah keseluruhan dari sebuah cerita karya maestro prosa dari negeri paman Sam, Ernest Hemingway.

Ya, cermin atau cerita mini, sesuai dengan namanya adalah salah satu jenis karya sastra, mirip dengan cerita pendek atau cerpen, hanya saja lebih pendek daripada cerpen. Nah, contoh pembuka tadi adalah contoh ekstrem. Tidak semua cermin sependek dan sesingkat itu.Meski belum ada aturan baku berapa batasan jumlah kata cermin, kita asumsikan saja jumlah kata satu cermin yaitu tidak lebih dari 1000 kata. Sedikit, bukan?

Pada awalnya, cermin atau flash fiction  dibuat dengan maksud bisa dibaca dalam sesaat sekaligus atau sekelebat, dan pembaca tidak perlu waktu banyak untuk menyelesaikan cerita. Sangat cocok kan untuk orang yang gemar membaca tetapi tidak punya banyak waktu untuk membaca.

Pada awal abad ke-19, di Amerika, cerita mini sangatlah populer, bahkan sampai ada antologi cerita mini di sana. Salah satunya adalah The American Short Short Story. Namun, semakin kini, namanya mulai memudar. Bahkan, sekarang cermin jarang dibahas di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. 

Cermin memang memiliki banyak kelemahan. jumlah kata yang terbatas mencekik berbagai unsur dalam sebuah cerita, seperti tokoh, alur, permasalahan dan lainnya. Penggambaran suasana dan narasi penceritaannya tak sebebas novel, dan lebih terbatas daripada cerpen pula. Konfliknya pun tidak sekompleks di novel.

Di samping berbagai kelemahan itu, cermin sebenarnya memiliki kelebihan. Cermin akan lebih fokus dalam menyampaikan pesan dalam ceritanya. Selain itu, karena pendek, kisahnya akan lebih diingat dan mengenang. Dalam segala keterbatasan itu, penulis diajak lebih kreatif dalam mengemas teknik-teknik penceritaan.

Kurang lebih itulah gambaran mini tentang cerita mini. Praktisnya, cermin adalah sebuah cerita yang mengalami pemadatan. Dalam pemadatan itu, ada unsur-unsur yang dibuang untuk memunculkan kesan singkat. Meski mengalami pemadatan dan penyingkatan, sebisa mungkin nilai itu tetap terjaga keutuhannya dan tetap bisa mendarat di kesadaran pembaca dengan selamat meski tidak selalu mulus. Mungkin, dari situlah, beberapa dari kalian, termasuk saya, mengucapkan crmn /cérmin/.

Tak perlu berpikir keras untuk membaca cermin-cermin di crmn karena semuanya adalah crmn kehidupan kita sehari-hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s